Laman

MY FAITH

MANUSIA SELALU HIDUP DALAM KERAGUAN, KERAGUAN ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN, JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK MENCARI KEBENARAN, SAMPAI KAPANPUN TERUSLAH BERLARI JANGAN PERNAH BERHENTI

TEMUKANLAH KEBENARAN DAN DENGAR BISIKAN HATI KECILMU, JANGAN INGKARI APA YANG SUDAH MENJADI KEBENARANMU, WALAUPUN HARUS HIDUP MENANGGUNG MALU
Tampilkan postingan dengan label POLITIC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Di Balik Tabir Nazi: Evolusi


Nazisme lahir di tengah konflik politik yang dialami Jerman setelah Perang Dunia Pertama. Pemimpin Partai Nazi adalah Adolf Hitler, sosok yang sangat ambisius dan agresif. Hitler memiliki pandangan sangat rasis. Ia sangat meyakini keunggulan bangsa Jerman atau "Arya" di atas ras-ras lain. Ia memimpikan ras "Arya" Jerman akan segera mendirikan imperium yang bertahan selama seribu tahun.
Teori evolusi Darwin muncul untuk memberikan landasan ilmiah bagi teori rasis Hitler. Hitler juga mendapatkan dukungan ideologis dari karya Heinrich von Treitschke, sejarahwan rasis Jerman. Treitschke sangat dipengaruhi oleh teori evolusi Darwin dan mendasarkan pandangan rasisnya pada Darwinisme. Ia berkata: "Bangsa-bangsa hanya dapat berevolusi melalui perjuangan sengit, seperti pandangan Darwin tentang 'Perjuangan Untuk Mempertahankan Hidup'".
Hitler juga memperoleh inspirasi dari teori Darwin tentang "Perjuangan untuk Bertahan Hidup". Judul buku terkenalnya "Mein Kampf", yang berarti "Perjuangan Saya", hanyalah pencerminan konsep Darwin ini.

Hitler, sebagaimana Darwin, menganggap ras-ras selain Eropa sedikit lebih dari kera dan menambahkan: "Hapuskan bangsa Jerman Nordik dan tak ada yang tersisa kecuali tarian kera".
Dasar berpijak pandangan evolusionis kaum Nazi ada pada konsep "Eugenics". Eugenics berarti "perbaikan" ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta memperbanyak jumlah individu sehat. Menurut teori Eugenics, ras manusia dapat diperbaiki dengan cara yang sama sebagaimana hewan berkualitas baik dapat dihasilkan melalui perkawinan hewan-hewan yang sehat.

Sebagaimana dapat diduga, pendukung eugenics adalah para Darwinis. Pemimpin gerakan eugenics di Inggris adalah sepupu Charles Darwin, yakni Francis Galton, dan anaknya, Leonard Darwin.
Jelas bahwa teori eugenics adalah akibat alamiah dari Darwinisme. Fakta ini juga tampak sangat jelas di berbagai publikasi yang menyebarluaskan sains aneh ini, diantara kutipan berbunyi: "Eugenics adalah pengaturan mandiri evolusi manusia".
Yang pertama mendukung dan menganjurkan eugenics di Jerman adalah Ernst Haeckel, ilmuwan biologi evolusionis terkenal. Ia mencetuskan teori "rekapitulasi", yang menyatakan bahwa embryo spesies berbeda, menyerupai satu sama lain. Di kemudian hari diketahui bahwa Haeckel telah memalsukan gambar-gambar yang ia gunakan untuk menyebarkan teorinya. Haeckel memalsukan gambar-gambar untuk menunjukkan bahwa embryo ikan, manusia atau ayam mirip satu sama lain. Beberapa bagian dari embryo ia hilangkan dan beberapa lainnya ia rubah. Bahkan Haeckel sendiri kemudian mengaku bahwa gambar-gambar yang dibuatnya adalah palsu. Tapi, kalangan evolusionis mengabaikan pemalsuan ini demi mempertahankan teori tersebut.
Selain membuat pemalsuan ilmiah, Haeckel juga menyebarkan propaganda Eugenics. Ia manganjurkan agar bayi-bayi cacat baru lahir segera dibunuh untuk mempercepat proses evolusi pada masyarakat manusia. Ia melangkah lebih jauh dan mengusulkan agar orang-orang cacat, lemah mental dan berpenyakit genetis hendaknya langsung dibunuh saja. Jika tidak, kata Haeckel, mereka ini akan membebani masyarakat dan memperlambat evolusi.
Haeckel meninggal tahun 1919, namun kaum Nazi mewarisi gagasan biadabnya. Tak lama setelah Hitler meraih kekuasaan, ia menerapkan kebijakan Eugenics. Mereka yang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam "pusat-pusat sterilisasi" khusus. Orang-orang ini dianggap parasit yang megancam kemurnian ras Jerman dan menghambat kemajuan evolusi. Dalam waktu singkat, orang-orang ini kemudian dibunuh atas perintah rahasia Hitler.
Dalam upayanya mempercepat evolusi ras Jerman, Hitler telah membunuh banyak orang. Selain itu, ia melaksanakan hal lain yang "diperlukan" dalam Eugenics. Muda mudi berambut pirang dan bermata biru, yang dianggap mewakili ras murni Jerman, dianjurkan untuk saling berhubungan seks. Pada tahun 1935, ladang-ladang khusus reproduksi manusia didirikan. Perwira SS Nazi sering mengunjungi ladang ini, yang didalamnya tinggal wanita muda yang memiliki kriteria ras "Arya". Bayi-bayi haram yang lahir di ladang-ladang ini akan menjadi prajurit masa depan Imperium Jerman.
Dalam rangka memperbaiki keunggulan ras Arya, kaum Nazi menggunakan konsep Darwin. Darwin menyatakan bahwa ukuran tengkorak manusia membesar tatkala ia menaiki tangga evolusi. Kaum Nazi sangat mempercayai gagasan ini dan mengadakan pengukuran tengkorak untuk menunjukkan bahwa Jerman adalah ras unggul. Di seluruh Jerman Nazi, pengukuran dilakukan demi membuktikan bahwa tengkorak Jerman lebih besar dibanding ras-ras lain. Ciri fisik seperti gigi, mata dan rambut diperiksa berdasarkan kriteria evolusionis. Mereka yang kedapatan berukuran di luar kriteria resmi ras Jerman dibinasakan menurut kebijakan Eugenics Nazi.
Semua kebijakan aneh ini diterapkan atas nama Darwinisme. Michael Grodin, sejarahwan Amerika dan penulis buku, The Nazi Doctors and the Nurenberg Code menyatakan fakta ini.
Saya pikir apa yang telah terjadi adalah adanya kesesuaian sempurna antara ideologi Nazi dan Darwinisme Sosial dan pemurnian ras ketika terjadi perkembangan di peralihan abad ke-20. Dan para dokter beranggapan bahwa terdapat penyimpangan sosial dan penyimpangan perilaku yang berhubungan secara genetis. Dan terdapat gen baik dan gen buruk. Dan Darwinisme social ini berkembang di seluruh dunia. Para dokter Nazi berkiblat ke Amerika Serikat tempat dimana mereka belajar seluk beluk pemurnian ras ini.

George Stein, peneliti asal Amerika, menjelaskan hal ini dalam majalah American Scientist, "Sosialisme nasional, atau apapun namanya, pada intinya adalah usaha pertama kali yang secara sadar dilakukan untuk membangun komunitas politis di atas sebuah landasan satu kebijakan yang jelas", kebijakan yang sejalan penuh dengan fakta ilmiah revolusi Darwin.
Sir Arthur Keith, seorang evolusionis terkenal berkata tentang Hitler: "Pemimpin Jerman, Hitler, adalah seorang evolusionis; ia dengan sengaja menjadikan Jerman sejalan dengan teori evolusi".
Alasan penting lain mengapa Hitler meyakini evolusi adalah bahwa ia menganggap teori ini sebagai senjata melawan agama. Hitler sangat anti terhadap keyakinan monoteistik. Ajaran agama seperti cinta, kasih sayang dan kelembutan sangatlah bertentangan dengan model ras Arya yang bengis dan kejam. Itulah mengapa, sejak Nazi merebut kekuasaan tahun 1933, mereka bertujuan mengembalikan agama paganisme kuno pada masyarakat Jerman. Swastika, simbul yang berasal dari kebudayaan pagan kuno, menjadi simbul bagi perubahan ini.

Perayaan-perayaan Nazi di setiap penjuru Jerman ternyata merupakan penghidupan kembali ritual-ritual pagan kuno.
Seperti disebutkan sebelumnya, teori evolusi sendiri adalah warisan dari kebudayaan pagan. Di sini kita saksikan kaitan tak terpisahkan antara Paganisme, Darwinisme dan Nazisme. Semua pembunuhan yang dilakukan Nazi berawal dari kepercayaan pagan ini. Kaum Nazi menghidupkan kembali kebudayaan biadab pagan dan mendapat dukungan kuat dari teori atheis Darwin untuk membenarkannya.
Sebaliknya, kekejaman, pembunuhan dan kerusakan di bumi sangat dilarang dan dikutuk oleh agama. Dalam Alqur'an, Allah menyeru manusia kepada keadilan, kasing sayang dan kelembutan. Kekejaman dan kesombongan adalah perbuatan terkutuk. Sebagaimana Allah firmankan ayat-Nya; "...dan Allah tidak menyukai kebinasaan". (QS. Al-Baqarah [2]:205).
Benito Musolini, diktator Italia dan termasuk sekutu terpenting Hitler, juga terinspirasi oleh teori evolusi. Di masa mudanya, ia menulis artikel yang menyanjung Darwin sebagai ilmuwan terbesar yang pernah ada. Setelah meraih kekuasaan, Italia fasis menduduki Ethiopia. Ia membenarkan pendudukannya atas Ethiopia dengan pandangan rasis Darwin dan gagasan tentang perjuangan untuk bertahan hidup. Menurut Mussolini, Ethiopia adalah bangsa kelas rendah sebab mereka termasuk ras hitam; karenanya, diperintah oleh ras unggul seperti Italia sudah merupakan akibat alamiah dari evolusi. Mussolini juga terpengaruh oleh pemikiran bahwa bangsa-bangsa berevolusi melalui peperangan. Menurut Mussolini, "keengganan Inggris untuk turut dalam kancah peperangan hanya membuktikan kemunduran evolusi Imperium Inggris".
Akhirnya, imperium Nazi kalah dalam Perang Dunia Kedua dan tercatat dalam sejarah sebagai pembunuh jutaan rakyat tak berdosa. Di sisi lain, Mussolini dihukum mati oleh rakyatnya sendiri. Tetapi sungguh memprihatinkan bahwa pemikiran Darwinis, yang menyediakan landasan berpijak bagi ideologi Nazi, masih tetap bercokol.


Sabtu, 16 Oktober 2010

Gertakan Yahudi untuk Obama




Tidakkah Anda heran dengan "fenomena" mundurnya para penasihat yahudi Presiden Barack Obama? Mereka adalah penasihat masalah lingkungan hidup Van Jones, penasihat ekonomi Laurence Summers dan Christina Romer, direktur anggaran Gedung Putih Peter Orzsag, penasihat keamanan Jendral Jones, penasihat politik David Axelrod, serta orang paling dekat Obama setelah istrinya yang diangkat sebagai kepala staff gedung putih, Rahm Emmanuel.

Mengingat "orang dalam Gedung Putih" adalah asset paling berharga orang-orang yahudi dalam mengendalikan negara Amerika, mundurnya orang-orang itu tentunya menimbulkan pertanyaan besar. Apalagi jika disertakan pula fakta mengejutkan lainnya, tidak hadirnya delegasi Israel saat Barack Obama berpidato di depan Sidang Umum PBB bulan lalu. Ada apa dengan ini semua?

Para analis politik cerdas dengan cepat akan menyimpulkan, orang-orang yahudi tengah memberikan pesan peringatan kepada Obama: kami, orang-orang yahudi telah meninggalkan Anda, dan Anda tanggung sendiri akibatnya nanti! Tidak lama setelah peringatan itu Obama sudah merasakan dampak pahitnya: sebuah acara seremonial di Gedung Putih menjadi kacau balau karena sistem komputer yang digunakan untuk mengecek identitas para tamu undangan tidak bekerja dengan benar. Boleh taruhan, sistem komputer itu dibuat di Israel sebagaimana sistem keamanan bandara-bandara dan pelabuhan-pelabuhan di Amerika.

Namun tentunya konsekwensi pahit tidak akan sesederhana itu. Boleh jadi ia akan seperti Bill Clinton yang menjadi bulan-bulanan media massa dan aparat penegak hukum karena skandal seksnya dengan Monica Lewinsky (seorang wanita yahudi, sangat boleh jadi agen Mossad) dibongkar. Atau seperti Presiden Nixon yang dipaksa mundur setelah rekaman teleponnya disadap dan dibocorkan ke media massa. Namun paling serius adalah seperti Presiden Kennedy atau beberapa presiden Amerika lainnya yang ditembak mati dan diracun.

Baik Bill Clinton, Nixon maupun Kennedy mendapatkan perlakuan tersebut di atas karena telah "melewati batas" kepentingan Israel. Bill Clinton terus mendesak Israel untuk menaati Perjanjian Oslo yang mewajibkan Israel mengembalikan wilayah-wilayah pendudukan, menghentikan pembangunan pemukiman yahudi serta mengakomodasi pembentukan negara Palestina. Nixon adalah seorang presiden yang dianggap sangat anti-semit. Sedangkan Kennedy, selain memaksa Israel menghentikan program nuklirnya juga telah mengeluarkan perintah kepada departemen keuangan untuk mencetak uang kertas sendiri berdasarkan cadangan emas dan perak pemerintah, terlepas dari uang kertas buatan bank sentral milik para bankir bandit yahudi.

Lalu apa kesalahan Barack Obama? Tak lain karena ia terus mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan (hal yang sangat rasional. Bagaimana mungkin seorang penengah bisa dipercaya jika membiarkan satu pihak yang bersengketa terus menerus melakukan pelanggaran terhadap pihak lainnya). Sebab lainnya adalah keengganannya melakukan tindakan lebih keras (militer) atas program nuklir Iran. Hal ini sekali bukan tanpa dasar. Beberapa aksi demonstrasi di Israel diwarnai dengan aksi pengutukan terhadap Obama dan menyebutnya sebagai "Fir'aun Baru". Seorang pejabat tinggi Israel bahkan menyebut Obama sebagai: "keturunan budak yang tidak tahu diri dan harus disadarkan dengan lecutan cambuk".

Mungkin Anda mengira semua berita itu berlebihan. Tidak sama sekali. Saat wapres Joe Biden berkunjung ke Israel beberapa waktu lalu, seorang menteri "meludahi mukanya" dengan membuat pernyataan provokatif bahwa Israel akan meneruskan pembangunan pemukiman yahudi di wilayah pendudukan. Ketika Biden mengunjungi museum holocoust, tiba-tiba lampu dimatikan. Dan terakhir yang paling kasar adalah tindakan provokatif Perdana Menteri Nethanyahu dengan merusak cindera mata yang sedianya akan diberikan kepada Biden.

Bangsa yahudi telah belajar bahwa menempatkan orang-orangnya di pusat-pusat kekuasaan adalah satu langkah strategis untuk meraih kekuasaan. Mereka telah belajar dari Nabi Yusuf di jaman Fir'aun Mesir, atau Esther di jaman Cyrus Agung di Persia. Meninggalkan posisi-posisi strategis sebagaimana Rahm Emmanuel dkk di Gedung Putih, tidak mungkin dilakukan kecuali mereka telah tahu bahwa "sesuatu yang besar" akan segera terjadi.


sumber ; cahyono adi.blogspot

Rabu, 06 Oktober 2010

KEBOHONGAN HOLOCAUST


Perang Dunia II di wilayah Eropa menimbulkan kerugian dan korban jiwa besar. Pada kurun waktu sejak tahun 1939 hingga tahun 1945, puluhan juta orang tewas dan cidera di Eropa, Asia dan Afrika. Selain itu, banyak fasilitas ekonomi hancur akibat peperangan tersebut. Berbagai peristiwa yang terjadi dalam perang dunia selalu menjadi topik pembahasan para sejarawan dan analis. Di antara peristiwa yang sangat kontroversial adalah Holocaust, yaitu klaim orang-orang Zionis mengenai aksi pembantaian terhadap enam juta Yahudi oleh pasukan Nazi. Mereka mengklaim bahwa jenazah orang-orang Yahudi tersebut oleh para serdadu Hitler.

Holocaust berarti pembunuhan massal dengan cara membakar. Masalah ini diangkat kembali setelah PD II. Rezim Zionis menggunakan tragedi holocaust sebagai trik untuk menarik perhatian masyarakat internasional dan menggelindingkan propaganda luas dalam hal ini. Berbagai film dan karya buku tentang holocaust diterbitkan.

Saat ini, kamp-kamp penahanan dan penyiksaan orang-orang Yahudi khususnya kamp Auschwitz, menjadi museum untuk umum. Lebih dari 250 museum didirikan di berbagai negara guna mengenang korban Holocaust. Bahkan, di sekolahan di AS dan Eropa tragedi itu juga dijadikan pelajaran sejarah.

Propaganda Rezim Zionis dalam kaitan Holocaust sedemikian gencar sehingga seorang sejarawan Yahudi bernama Alfred M Lilienthal, menyebut propaganda itu dengan “Holocaust Mania”. Upaya terbaru Rezim Zionis adalah dengan menekan Majelis Umum PBB untuk menetapkan tanggal 27 Januari sebagai hari Holocaust yang akan diperingati setiap tahun. (lihat situsnya di www.alfredlilienthal.com

Meski propaganda Holocaust gencar dilakukan, namun banyak sejarawan dan cendikiawan yang meragukan tragedi tersebut. Mereka juga menulis berbagai buku mencantumkan argumen dan bukti-bukti yang mempertanyakan keotetikan tragedi Holocaust. Meskipun demikian, para kritikus tidak mengingkari terjadinya pembunuhan terhadap sejumlah orang-orang Yahudi oleh pasukan Fasis Hitler, dan hal ini dinilai sebagai sebuah tragedi. Namun mereka berpendapat bahwa tragedi itu tidak seperti yang digambarkan oleh Rezim Zionis.

Kritikan pertama yang dilontarkan oleh para cendikiawan adalah bahwa pada perang dunia II jutaan orang dari berbagai etnis dan agama menjadi korban keganasan Nazipro. Namun mengapa yang diekspos secara meluas hanya dikhususkan kepada para korban Yahudi saja? Seorang anggota Komite Pendataan Holocaust AS-Polandia, Rana I.Aloy menyatakan, meski orang-orang Yahudi mengalami penderitaan, namun hal itu juga menimpa orang-orang selain Yahudi. Korban paling banyak pada PD II adalah orang Rusia. Korban tewas di pihak Jerman juga tidak sedikit dengan jumlah mencapai 9 juta orang dan 5,1 juta orang lainnya menjadi tawanan perang. Dengan demikian, pada PD II telah terjadi berbagai pembantaian massal yang dilakukan oleh negara-negara yang mengklaim sebagai negara yang memiliki peradaban tinggi.

imageAlasan lain yang dikemukakan oleh para pengkritik tragedi Holocaust adalah pada era perang dunia II tidak ada laporan mengenai pembunuhan massal orang-orang yahudi. Dalam laporan Palang Merah Internasional dan perundingan sejumlah pejabat negara penentang Nazi, juga tidak disebutkan keterangan soal pembakaran orang-orang Yahudi oleh Nazi. Sebenarnya, Rezim Zionis terlalu membesar-besarkan tragedi pembantaian orang-orang Yahudi. Bukti lainnya adalah bahwa, dalam dokumen pemerintahan Nazi, Hitler tidak pernah menginstruksikan pembantaian massal terhadap orang-orang Yahudi Yahudi. Bahkan tidak ada catatan mengenai pengalokasian dana besar untuk program tersebut. Karena, program pembantaian enam juta orang Yahudi itu tentu menelan dana besar dan rencana yang matang.

Persoalan lain yang menyebabkan tragedi Holocaust itu sulit diterima adalah, Jerman tidak mempunyai fasilitas untuk melakukan pembantaian massal tersebut. Pihak Rezim Zionis mengklaim bahwa, para serdadu Jerman membantai orang-orang Yahudi dengan menggunakan gaz beracun Zyclon-B, dan kemudian membakar janazah mereka kamp konsentrasi. Bagi negara yang sedang dilanda perang besar, melakukan aksi pembantaian massal di negara jajahannya adalah tindakan yang sangat tidak logis dan akan menelan biaya sangat besar. Disamping itu, apa perlunya pasukan Nazi meracuni orang-orang Yahudi terlebih dahulu kemudian membakar jenazah mereka.

Poin lain yang disinggung oleh seorang mantan guru besar universitas di Perancis, Profesor Robert Faurisson adalah, orang-orang Yahudi hanya dijadikan budak di kamp-kamp kosentrasi Nazi. Dan Nazi sama sekali tidak memiliki kepentingan untuk membantai mereka. Karena tindakan tersebut sama halnya dengan membuang tenaga sia-sia.

Prof Faurisson yang telah melakukan penelitian tentang tragedi Holocaust sejak lama itu, dalam sebuah artikel yang dimuat oleh majalah Le Monde Diplomatique, menyebutkan poin penting lainnya soal Holocaust. Menurutnya, jika ada satu orang saja dari keluaga korban Holocaust, ia akan menunjukkan dirinya. Namun, sampai saat ini tak satupun yang mengklaim sebagai anggota keluarga korban Holocaust. Faurisson dan sejumlah orang yang sepaham dengannya menilai tragedi Holocaust sebagai sebuah sebuah dongeng karya orang-orang Zionis. Menurut keterangan para pengamat, ruang-ruang gas yang gencar dipublikasikan oleh Rezim Zionis itu, sebenarnya adalah ruang sterilisasi atau penyemprotan gas anti bakteri pada pakaian dan badan jenazah.

Yang sebenarnya terjadi adalah, pada era PD II khususnya akhir perang tersebut, berbagai penyakit menular seperti wabah dan tipes menjangkiti para tahanan di kamp konsentrasi Nazi. Oleh karena itu, cara antisipasi dan penanganai wabah tersebut adalah dengan menyemprotkan zat anti bakteri dan membakar pakaian serta jenasah yang telah terkontaminasi virus. Dan fenomena ini dipandang sebagai peluang besar bagi orang-orang Zionis untuk mengemukakan fiksi Holocaust.

Kritikan lainnya adalah menyangkut jumlah korban di pihak orang-orang Yahudi yang mencapai enam juta orang. Pihak Zionis mengklaim bahwa jumlah tersebut tidak dapat diragukan lagi. Seorang sejarawan asal Inggris, Doktor David Irwing, dalam bukunya mencantumkan berbagai argumen bahwa aksi pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi itu tidak lebih dari sekedar kebohongan besar. Karena, jumlah orang-orang Yahudi di seluruh Eropa pada masa itu tidak mencapai enam juta orang. Apalagi pasukan Nazi tidak sepenuhnya menguasai Eropa. Seorang pengamat Iran, Doktot Muhammad Taqi Pour mengatakan, dari jumlah keseluruhan warga Yahudi Jerman yang mencapai 600 ribu orang, 400 ribu di antaranya atas perintah Hitler telah meninggalkan Jerman sebelum perang dunia II dikobarkan.

Hal lain yang perlu kita cermati adalah sejumlah dokumen menunjukkan hubungan baik orang-orang Zionis dengan para pejabat tinggi Nazi. Pada tahun 1933 yaitu tahun Hitler berkuasa hingga tahun 1941, orang-orang Zionis menjalin hubungan erat dengan Nazi di bidang ekonomi. Hitler yang sangat menentang keberadaan orang-orang Yahudi di Jerman itu, bersama dengan orang-orang Zionis berupaya merelokasi orang-orang Yahudi ke Palestina. Seorang analis Nazi, Alfred Rosenburg, dalam bukunya menulis, Nazi harus mendukung pihak Zionis sehingga setiap tahun orang-orang Yahudi di Jerman dapat dipindahkan ke Palestina.

Meskipun demikian, Rezim Zionis tetap bersikeras mempertahankan klaim mereka soal Holocaust. Rezim Zionis juga berupaya keras menginfiltrasi negara-negara Eropa untuk mencegah segala bentuk penelitian terhadap keotentikan peristiwa Holocaust.

***

Fenomena Holocaust begitu penting bagi Zionis karena bisa menciptakan opini kemazluman orang-orang Yahudi. Fiksi pembantaian enam juta warga Yahudi oleh Hitler merupakan permainan terpenting Zionis untuk menumbuhkan belas kasih masyarakat dunia kepada orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mereka tidak akan menerima kritik dalam kaitan tragedi tersebut.

Direktur Lembaga Kebebasan Beropini di Kanada mengatakan, “Holocaust telah berubah menjadi sebuah keyakinan. Sebuah keyakinan dirancang untuk orang-orang selain Yahudi, dan siapa pun yang mengingkari tragedi itu akan ditindak seperti seorang yang murtad. Hal ini merupakan langkah yang salah dan menipu menurut akal dan logika. Profesor Robert Farison juga mnyatakan bahwa Holocaust merupakan bom nuklir Zionis.

Hal yang menarik, melalui kekuatan lobinya di Barat Zionis tidak mengizinkan siapa pun untuk menolak kisah tragedi Holocaust. Saat ini di AS dan Eropa, siapa pun tidak boleh menolak tragedi Holocaust, dan akan ditindak jika menolaknya. Ketika AS dan Eropa melakukan propaganda dengan gencar dalam kaitan Holocaust, seorrang analis yang berasal dari Australia, Fredick Toban, menolak tragedi tersebut dan mendapat ganjaran penjara enam bulan. Fredick Toban mengatakan, “Di Eropa, setiap orang bisa menghujat Yesus dan Maryam yang suci, namun tidak dapat mengkritik orang-orang Yahudi dan Holocaust. Sejumlah negara Eropa yang sudah cukup maju bersedia dalam perundangan-undangannya untuk mengatur para penolak Holocaust.

Berdasarkan undang-undang di AS dan Eropa yang bernama Gitto, siapa pun yang menolak Holocaust, akan terhitung sebagai orang yang anti Yahudi dan terkena hukuman. Pernacis yang disebut sebagai negara kebebasan juga tidak terlepas dari belenggu kekuatan lobi Zionis, sehingga harus menerima undang-undang Fabius-Gayssot di tahun 1990. Berdasarkan undang-undang tersebut, setiap orang yang menolak Holocaust dan meragukan kisah tentang terbantainya enam juta orang Yahudi di Eropa, akan dikenai hukuman penjara atau denda. Sikap itu yang tidak selaras dengan kebebasan berpendapat di negara-negara yang membela HAM dan kebebasan merupakan hal yang mengejutkan.

Pada saat yang sama, Barat merupakan negara-negara yang menghargai penelitian ilmiah dan logis, namun tetap akan menindak penentang Holocaust yang berargumentasi dengan bukti-bukti yang valid. Ancaman hukuman bagi para penentang Holocaust mengingatkan pengadilan-pengadilan di abad pertengahan yang menindak terhadap para penentang keyakinan gereja. Pada prinsipnya, larangan keras tersebut ditujukan kepada para penentang, baik menolak maupun meragukan tergedi tersebut. Oleh karena itu, diantara dalih mempertanyakan dan meragukan Holocaust adalah adanya larangan yang kuat untuk menelaah lebih lanjut tragedi tersebut. Jika tragedi pambantaian enam juta warga Yahudi adalah sebuah realitas, tidak semestinya Zionis dan Barat khawatir dengan penelitian lebih lanjut atas tragedi Halocaust. Tentu saja, kekhawatiran mereka ini membuktikan lemahnya argumentasi dan bukti atas tragedi Holocaust. Robert Forison menyatakan, “Sampai saat ini, mereka tidak dapat menjawab argumentasi penolakan kita atas kebenaran tragedi Holocaust, melainkan menyerang kita dengan menyeret kita ke pengadilan, menindak dan menyiksa.”

Oleh karena itu, para analis dan pemikir di Barat yang mengkritik Holocaust,sehingga menerima berbagai ancaman dan tekananan, yang setidaknya dihukum berdasarkan konstitusi miring mengenai Holocaust, menyandang sifat kesatria. Profesor Forison adalah wujud nyata yang berani bersikap kesatria untuk mempertanyakan tragedi Holocaust. Forison yang berkewarganegaraan Inggris dan Perancis adalah seorang sejarawan yang melakukan penelitian tentang Holocaust selama bertahun-tahun, bahkan berhasil mendapatkan sejumlah data terlarang milik Zionis. Namun, ketika beliau mempertanyakan Holocaust dan menolak keberadaan ruangan gas yang ditulis dalam bukunya, “Ruangan Gas: Fiktif atau Nyata,” menyebabkan kemarahan Zionis dan Perancis.

Profesor Forison diberhentikan dari aktivitas mengajar di Universitas Lion di tahun 1978, dan menurut rencana akan diadili di bulan Juni karena wawancaranya dengan Televisi Sahar milik Republik Islam Iran dalam kaitannya dengan Holocaust. Horison dalam wawancara tersebut menyatakan, “Kami para penentang Holocaust tidak diberi hak untuk mencetak dan menyebarkan artikel dan buku. Mereka membakar buku-buku kami dan melarang penerbitannya di luar negeri.”

Profesor Roger Garaudy adalah sosok lain yang menolak kisah tentang Holocaust, sehingga diseret ke pengadilan. Karya besar Garudi yang berjudul “Mitos-mitos Pembangun Politik Israel” juga menghadapi penentangan keras dari kaun Zionis, karena buku tersebut mengungkap kebohongan tragedi Holocaust. Pada akhirnya, Garudi dijatuhi hukuman karena sikapnya menentang undang-undang Fabius-Gayssot. Lagi, kebebasan dan HAM menjadi korban kepentingan Zionis di Eropa.

Ernest Zundel, seorang peneliti asal Jerman masuk dalam daftar para penentang tragedi Holocaust. Sebelum hijrah ke AS, dia bermukim di Kanada. Akibat tekanan dan intimidasi kaum Zionis di Kanada, Zundel terpaksa meninggalkan negara itu. Di AS, kaum Zionis tetap mengejar Zundel, sehingga akhirnya dia ditangkap dan diekstradisi ke Jerman untuk diadili karena keyakinannya yang menentang mitos Holocaust. Tak cuma kalangan peneliti sejarah yang kebebasan pendapatnya terbelunggu. Para anggota parlemen di Eropa juga tak berhak untuk menyuarakan pendapatnya yang menentang kisah pembunuhan massal warga Yahudi pada perang dunia kedua. Bruno Gollnisch, anggota parlemen Eropa asal Prancis termasuk di antara mereka yang menentang kisah Holocaust. Katanya, “Seluruh kisah Holocaust adalah khanyalan otak kotor kaum Zionis.” Akibat pernyataannya itu, Gollnisch kehilangan kekebalan diplomatiknya sehingga memungkinkannya untuk diseret ke pengadilan.

Korban lain dari mitos Holocaust adalah David Irving. Ketenarannya sebagai sejarawan besar Inggris tidak mampu menelamatkannya dari penganiayaan yang dialaminya di Inggris dan negara-negara lain. Ketika berkunjung ke Austria beberapa waktu lalu, Irving dijerat dengan pasal tahun 1989 tentang Holocaust. Irving hanyalah satu dari sederet ilmuan dan cendekiawan yang mengalami nasib buruk dan menyedihkan karena menentang mitos pembunuhan massal kaum Yahudi pada masa perang dunia kedua. Germar Rudolf kimiawan Jerman, Doktor Frederick Toben asal Australia, Louis Marshalko asal Hungaria penulis buku the World Conquerers, Norman G. Finkelstein dosen universitas DePaul Chicago penulis the Holocaust Industry adalah contoh dari puluhan ilmuan dan cendekiawan tersebut.

Mitos Holocaust dimanfaatkan oleh kaum Zionis untuk mengejar kepentingannya di dunia, yang diantaranya adalah untuk membentuk sebuah rezim ilegal di tanah Palestina tahun 1948. Tak syak, tanpa mengumbar isu pembantaian massal umat Yahudi pada masa perang dunia kedua, kaum Zionis tak akan dengan mudah memaksa masyarakat dunia termasuk PBB untuk menerima kehadiran sebuah negara ilegal bernama Israel di negeri Palestina.

Frederick Toben dalam hal ini mengatakan, “Negara Israel dibentuk atas dasar kisah Holocaust. Oleh karena Holocaust adalah kisah bohong, berarti Israel dibangun di atas kebohongan besar.” Kelestarian Israel sangat bergantung pada keyakinan masyarakat Barat akan kebenaran kisah pembunuhan 6 juta warga Yahudi di Eropa oleh Hitler. Berkat kisah ini pula, Israel berhasil meraup ganti rugi yang tidak sedikit dari negara-negara Eropa terutama Jerman.

Singkatnya, Holocaust adalah kisah dusta besar yang diciptakan oleh orang-orang Zionis. Segencar apa pun kaum Zionis mempropagandakan kisah ini untuk menunjukkan ketertindasannya di dunia, suatu hari kebohongan ini akan terungkap. Masyarakat dunia saat ini mulai sadar bahwa Holocaust yang sebenarnya bukan terjadi di Eropa pada masa perang dunia kedua dengan korbannya warga Yahudi, tetapi Holocaust sedang terjadi saat ini. Tempatnya adalah Palestina dan korbannya adalah bangsa Palestina. Pelakunya bukan Hitler, tetapi kaum Zionis.

Selasa, 28 September 2010

BILDERBERG GROUP - ORGANISASI PENGENDALI DUNIA

Organisasi Rahasia Bilderberg Group
Organisasi rahasia Bilderberg Group adalah salah satu pemeran dari organisasi-organisasi rahasia yang mengendalikan dunia. Kebanyakan masyarakat hanya menyepelekan mereka, tapi tahukan anda jika nasib anda, keluarga anda, bahkan semua orang di dunia sering diperhitungkan ketika mereka bertemu dalam acara pertemuan tahunan Bilderberg Group?

Sebelumnya saya sama sekali tidak menaruh minat kepada mereka, saya lebih tertarik kepada Opus Dei, Freemason, Rothschild atau Illuminati, namun sebuah buku yang telah menjadi bestseller di 49 negara, telah mendeskripsikan mereka dengan begitu menakutkan dan membuat saya berkesimpulan untuk setidaknya mengangkat The Bilderberg Group dalam artikel di blog ini. Bilderberg Group telah turut mengendalikan dunia dengan cara mereka sendiri, sama seperti organisasi-organisasi rahasia lainnya yang ikut mengendalikan dunia dalam cara yang tidak wajar. Bilderberg Group tidak begitu berbeda jauh, anggota-anggota mereka terdiri dari orang-orang yang mempunyai pengaruh untuk setidaknya mampu melakukan lobi-lobi ke petinggi-petinggi negara di dunia ketiga. Lebih menakutkannya lagi, beberapa sumber telah mengatakan jika CIA, MI6, KGB dan beberapa dinas intelejen rahasia negara-negara di seluruh dunia telah dikepalai oleh anggota-anggota dari Bilderberg Group yang berarti mereka mempunyai akses ke hampir semua database negara-negara maju di dunia.

Awal Organisasi Bilderberg Group
Spoiler for Hotel Bilderberg yang menjadi tempat pertemuan pertama Bilderberg Group

Pada awalnya, organisasi ini tidak ada unsur untuk mengendalikan dunia sama sekali. Setidaknya itulah yang terjadi pada konferensi pertama di hotel Bilderberg Group awal yang merupakan titik awal dari terbentuknya organisasi rahasia ini. Konferensi pertama mereka berlangsung di Hotel de Bilderberg di Oosterbeek, Belanda pada tanggal 29 sampai 31 Mei 1954. Konferensi awal ini bukanlah merupakan suatu konferensi tingkat tinggi yang resmi, tapi justru jauh sekali dari unsur tidak resmi. Pertemuan itu hanya dihadiri oleh sekitar 130 undangan yang merupakan wakil dari negara-negara maju Eropa dan Amerika, saat itu 1 negara diwakili oleh 2 orang delegasi dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berpengaruh di bidang politik, perbankan, bisnis, militer, maupun media publik. Konferensi awal ini diselenggarakan di bawah pengawasan keamanan yang sangat ketat, sehingga kesan ‘tidak resmi’-nya terlihat begitu samar.
Pertemuan pertama ini diprakarsai oleh beberapa tokoh termasuk Józef Retinger, yang prihatin dengan perkembangan kelompok anti-Amerika di Eropa Barat. Retinger kemudian me-lobi Pangeran Bernhard dari Belanda yang setuju dengan pendapat Retinger yang dianggap brilian, selanjutnya para tokoh lainnya yang ikut terlibat antara lain adalah perdana menteri Belgia, Paul Van Zeeland, juga direktur utama Unilever Belanda saat itu, Paul Rijkens. Selanjutnya, Pangeran Bernhard menghubungi Walter Bedell Smith yang merupakan direktur CIA saat itu, untuk kemudian meminta keterlibatan Charles Douglas Jackson sebagai penasehat Eisonhower pada saat itu. Pertemuan pertama ini akhirnya mampu mempertemukan 50 delegasi dari 11 negara-negara Eropa, dan 11 negara-negara Amerika.

Pertemuan mereka selanjutnya telah menghasilkan beberapa kekuatan baru dalam tubuh organisasi ini sendiri. Pada tahun 1957, dimana konferensi ini pertama kali diadakan di Amerika, organisasi ini mampu membuat Ford Foundation menyumbangkan $ 30.000. Jumlah ini merupakan suatu jumlah yang sangat luar biasa pada saat itu. Selanjutnya, pertemuan mereka terus berlangsung setiap tahun, terakhir diadakan di Athena pada tahun 2009. Dalam pertemuan di Athena tersebut, seorang wartawan ditangkap hanya karena mendokumentasikan pertemuan tersebut.


Pengaruh Bilderberg Group

Dalam setiap pertemuan mereka, mereka telah mengundang beberapa tokoh yang dianggap sebagai perangkat yang berguna dalam rencana global mereka. Setiap tokoh yang mereka undang khusus, terbukti telah menjadi tokoh-tokoh penting yang ikut menorehkan sejarah penting dunia.
Sebagai contoh, pada tahun 1991 seorang gubernur negara bagian Amerika di Arkansas bernama Bill Clinton diundang untuk menghadiri pertemuan Bilderberg di Baden-Baden, Jerman pada tahun 1991. Dalam pertemuan tersebut, David Rockefeller (salah seorang petinggi Bilderbrg Group) mengatakan kepada Clinton jika prioritas utama dari Bilderbrg Group adalah NAFTA (North America Free Trade Agreement). Clinton kemudian ditawari posisi presiden dengan tentunya membantu terlaksananya NAFTA sebagai timbal balik dari posisi presiden yang akan dijanjikan.
Hasilnya? Pada pemilu setahun kemudian, sejarah menorehkan nama Bill Clinton sebagai presiden yang terpilih pada pemilu pada tahun 1992. Selama pemerintahannya, dia terkenal sebagai tokoh pemrakarsa NAFTA. Bill Clinton juga telah mampu membuat orang seperti saya (anak Indonesia) diajarkan mengenai NAFTA di SMP. Itu semua terjadi sebagai akibat dari pertemuan Bilderberg Group di Jerman pada tahun 1991.

Tokoh lainnya lagi, misalnya, Tony Blair. Ia menghadiri pertemuan Bilderberg pada tahun 1993. Pada bulan Juli 1994 kemudian karirnya melonjak drastis dengan langsung menjadi pemimpin partai. Pada bulan Mei 1997 kemudian, sejarah memorehkan namanya sebagai salah satu perdana menteri yang telah ikut ambil bagian dalam sejarah pemerintahan dunia.


Balasan selanjutnya memang kebanyakan bernuansa politik partai, tapi setidaknya saya sudah puas dengan mengetahui jika ada beberapa orang Amerika yang sudah menanggapi tentang pengaruh dari Bilderberg Group.

Bilderberg Group memang telah melebarkan sayap pengaruhnya di dua sisi dari lautan Atlantik. Uni Eropa, Perjanjian Roma, mata uang tunggal Eropa (Euro), akhir Perang Dingin, NAFTA, Brady Plan (Presiden Ronald Reagan menyediakan 50 miliar dollar AS untuk negara-negara dunia ketiga dan komunis) dan dipecatnya Margaret Thatcher dari kursi Perdana Menteri Inggris karena menolak dibentuknya Uni Eropa adalah contoh kecil dari sederet kuasa Bilderberg Group ini. Bilderberg Group telah melebarkan kerajaan sayapnya di dua sisi lautan Atlantik. Organisasi mereka samar, rapi, dan bersih, kekuatan organisasi mereka mampu menggalang dukungan dari berbagai petinggi-petinggi dunia ketiga, dan ini semua mampu untuk membuat kita bertanya, “mungkinkah mereka telah menjangkau Asia?”.
Konspirasi Tingkat Tinggi
Organisasi Bilderberg Group benar-benar rahasia. Setiap rapat dilaksanakan dengan begitu tertutup, dan tidak boleh ada dokumentasi. Seperti yang sudah saya katakan di atas, pada tahun 2009 lalu, ketika dilangsungkannya pertemuan Bilderberg Group di resort Astir Palace, Athena, Yunani, tepatnya pada tanggal 14 – 16 Mei, seorang wartawan ditangkap hanya karena mendokumentasikan pertemuan mereka dari luar gedung. Mereka terlalu tertutup untuk didokumentasikan meskipun hanya dari luar gedung. Karena kerahasiaan yang sangat ketat inilah Bilderberg Group dituduh telah diam-diam sedang menyusun skenario untuk menguasai dunia. Kritik tersebut juga dilntarkan secara terang-terangan oleh John Birch Society, seorang penulis Kanada, Daniel Estulin (ia menghabiskan 15 tahun dari hidupnya untuk mengumpulkan informasi dari Bilderberg Group), penulis Inggris, David Icke, seorang jurnalis Amerika, Jim Tucker dan seorang penyiar radio, Alex Jones.

Satu Penguasa Tunggal Dunia
Mungkin ada yang masih ingat dengan film kartun “Pinky and The Brain”, film kartun yang mengisahkan tentang dua tikus yang selalu ingin menguasai dunia. Film ini memang hanya terkesan sebagai hiburan belaka bagi anak-anak, tapi jauh dari itu, saya justru menangkap jika sang director dari film ini telah mempunyai imajinasi tentang akan adanya seseorang atau kelompok yang memiliki tujuan untuk menguasai dunia, artinya suatu tatanan dunia baru dengan satu penguasa tunggal bukanlah mimpi tunggal para organisasi rahasia dunia, bahkan para manusia dengan imajinasi normal sekalipun telah memimpikannya. Dalam bible sendiri, munculnya suatu tatanan dunia dengan satu penguasa tunggal dunia, dikatakan sebagai salah satu tanda akhir zaman. Hingga saat ini, organisasi-organisasi rahasia yang saya anggap sedang mengatur dunia dengan invisible hand-nya masing-masing adalah:

Rothschild. Keuangan dunia sedang ditata dengan rapi oleh mereka. Krisis ekonomi Amerika, politik keuangan di Zimbabwe, dan banyak lagi kasus lain yang telah membuat mereka patut diperhitungkan.

Freemason. Siapa yang tidak pernah mendengar rumor tentang mereka, menguasai microsoft, memiliki orang-orang yang berpengaruh di dunia, singkatnya mereka banyak menguasai sektor-sektor vital dunia.

Illuminati. Misterius dan memiliki pengaruh. Hanya itu yang saya mampu deskripsikan mengenai mereka. 

Opus Dei. Organisasi rahasia katolik ini juga mempunyai suatu hidden power yang mampu membuat kebijakan-kebijakan Vatikan masih mampu ditegakkan di negara-negara Eropa dan Amerika. Meskipun ‘tujuan menguasai dunia’ tidak tampak dari mereka, tapi pengaruhnya cukup mampu untuk membuat mereka diperhitungkan.

Bilderberg Group. Menguasai para pemimpin-pemimpin negara-negara maju di Amerika dan Eropa. Memiliki cukup pengaruh untuk disandingkan dengan organisasi-oraganisasi rahasia lainnya.

INVESTOR PERANG DUNIA II ( KEBUSUKAN MAFIA YAHUDI)


Ketika mendengar nama-nama seperti: Averell Harrtman, George Herbert Walker, Prescott Bush,Allen Dulles dan Rockefeller, apakah yg terlintas di benak kita ? … KEKAYAAN & KEKUASAAN … Yup … orang-orang tersebut adalah orang-orang kaya di Amerika yg sangat berpengaruh dalam politik dan ekonomi, tidak hanya di Amerika sendiri, tapi juga di planet ini..
Keluarga Harttman merupakan raja transportasi Amerika, Keluarga Rockefeller merupakan raja minyak dan property -rockefeller plaza skrg dihibahkan untuk jadi mabes PBB-, sedangkan G.H. Walker adalah mertua Prescott Bush, dan kita tahu siapa Bush itu …
apakah mereka terkait dengan keberhasilan Jerman di PD II ? …
Banyak orang yg tak habis pikir, bagaimana Jerman yg pada tahun 1930-an masih terikat pada perjanjian Versailles dan terililit deperesi ekonomi berat, dapat gencar membangu angkatan perang yang begitu besar. Darimana mereka mendapat uang dan bahan mentah untuk menggerakkan industri persenjataannya ?
Jawabannya: semua itu bisa terlaksana karena Hitler memiliki sejumlah industrialis setia di sebelah kanan kursi kepemimpinannya. Mereka adalah pendukung Nazi yg selalu siap memenuhi apa yg diinginkan. Dan, yang tak kurang penting, mereka berkawan dengan sejumlah pemodal dari luar negeri yg diam-diam berani memutar uang di negeri ini.
Untungnya kala itu, di tengah keterpurukannya selepas PD 1, pamor Jerman sebagai Negara industri terkuat di Eropa belum pudar benar. Hal ini menyebabkan tak sedikit investor yg masih mau menanam modal di negeri ini dengan harapan bias meraup untung dalam beberapa tahun. Arah dan gaya kepemimpinan Hitler merupakan masalah tersendiri, namun hal itu tak terlampau menjadi masalah karena uang akan diputar secara terselubung, para usahawan Jerman itu tahu benar bagaiman melakukannya.
Dalam memoir yg berjudul “The Secret War Against The Jews”-(2003), mantan jaksa penuntut penjahat perang Jerman, John Loftus, menulis secara tajam bahwa kaum kaya di USA termasuk diantara para penanam modal itu. Diantara mereka adalah Averell Harrtman, George Herbert Walker, Prescott Bush,Allen Dulles dan Rockefeller, sebuah kumpulan orang-orang mapan yg keturunannya hingga kini masih memiliki pengaruh kuat di USA. Lewat jalur khusus, uang mereka diputar oleh pengusaha Jerman, Fritz Thyssen, yg dikenal sebagai penyokong utama keuangan Nazi.
Buku tersebut ditulis berdasar file-file dari US NATIONAL ARCHIVES yg telah dirahasiakan selama puluhan tahun. Loftus sendiri mengaku harus lebih dulu mengumpulkan keberanian dan bijak dalam menulis. Ia tidak ingin senasib dengan sejumlah orang yg dimasa lalu yg pernah berusaha mengonfirmasikan data dan skandal ini akhirnya malah kedapatan meninggal oleh sebab-sebab tak jelas.
John Loftus mengatakan, kaum pemodal dan orang kaya AS tersebut tak peduli dengan ideologiatau kejahatan Hitler. Karena motivasi mereka hanya satu, yakni ingin melipatgandakan uang di negeri yg memang tengah membutuhkan modal keras untuk memulihkan perekonomiannya. Ada yg mengatakan kalo Perjanjian Versailles sendiri adalah hasil konspirasi tingkat tinggi untuk membendung modal keras dari sejumlah Negara. Untuk itu Perjanjian Versailles harus membuat Jerman bangkrut.
Mereka sendiri sadar bahwa investasi dengan cara seperti ini bias dijerat UU TRADING WITH THE ENEMY ACT. Untuk itu perjalanan uang haruslah diatur sedemikian rupa. Dijaga orang-orang khusus di Bursa Saham WALLSTREET, diamankan sejumlah pengacara dan agen intelijen, dan dialirkan melalui bank-bank netral di Eropa. Dengan demikian, tak salah memang jika lalu ada yang mencurigai bahwa sebagian diantara praktik terselubung tersebut diselewengkan pula untuk “cuci uang”.
Awal dari skandal besar ini kira-kira dimulai pada 1924 dan sempat lepas kendali pada 1942. Praktik investasi tak umum ini bermula dari usaha ekspor mangan, biji besi, dan mineral lainnya dari Rusia, usaha ini dikelola oleh perusahaan W.A. HARRTMAN & CO. yg bekerjasama dengan perusahaan milikThyssen, yg sebagian sahamnya dimiliki oleh raja minyak AS, Rockefeller. Usaha ini sudah atas sepengetahuan Stalin dan secara diam-diam telah menggunakan fasilitas-fasilitas milik keluarga Czar Rusia.
Stalin tak pernah mempersulit bisnis ini, sebagai imbal balik Rusia akan menerima suplai minyak untuk bahan bakar pesawat dan bahan bakar industrinya, yg memang sangat diperlukan oleh Rusia. Seluruh bahan mentah yg diekspor dari rusia itu akan digunakan untuk membuat jaringan rel kereta api di Amerika. Namun Harrtman dan Rockefeller tak langsung mengekspor bahan mentah tersebut ke Amerika. Bahan mentah itu parkir di sebuah tempat pengolahan bahan mentah di Polandia, yakni di sebuah pabrik di daerah yg di kemudain hari menjadi sangat terkenal, yaitu : AUSCHWITZ.
Di pabrik yg kemudian berdiri sebuah “Concentration Camp” itulah mereka membangun sebuah fasilitas dengan teknologi tinggi untuk pengolahan mangan, biji besi dan batu bara. Pabrik itu dikelola oleh perusahaan BROWN BROTHERS CO. dengan William Averell Harrtman menjabat sebagai CEO.
Pengangkutan mineral-mineral nan langka tersebut dari tambang di rusia menuju ke pabrik di Polandia dan pelabuhan di Belanda serta Perancis menggunakan jalur kereta api barang milik Thyssen. Dan Thyssen memperoleh imbalan, yaitu setengah dari mineral yg diangkut untuk diolah di Jerman oleh perusahaan FLICK & KRUPP. Bahan-bahan itu digunakan sebagai bahan dasar pembuatan peluru dan bom yg ironisnya juga dipakai untuk menyerang Rusia dan melawan sekutu.
Harrtman dan Rockefeller sendiri tak sepenuhnya memutar uang mereka berdua. Dalam bisnis terselubung ini juga ada uang milik investor AS yg tersalur melalui UNION BANK – bank besar milik keluarga George Herbert Walker yang dikendalikan oleh menantu laki-lakinya, Prescott Bush. Banyak yg tak mengira bahwa dana dari Union Bank pula yg kemudian digunakan untuk mendirikan markas utama Nazi, Braun Haus, di Munich. Uang tersebut dikucurkan melalui Deutch Bank.
Selain itu investasi juga mengalir melalui perusahaan milik Allen Dulles, yakniSullivan & Cromwell. Dulles bukanlah pemain baru, karena berkat jasa perusahaannya, Rockefeller bias memborong hampir seluruh saham perusahaan Jerman pada masa dan pasca PD II.
Namun skandal besar ini tercium juga oleh Teddy Roosevelt, tokoh kongres yg anti-monopoli dan anti-trust. Penyelidikan dimulai pada 1934 ketika seorang agen ganda yg juga bekerja untuknya mulai menyodorkan bukti keterlibatanHAMBURG AMERICAN LINE dalam gerakan Nazi. Namun menyelidiki kasus besar seperti ini bukanlah pekerjaan gampang. Orang-orang ini begitu lihai menyembunyikan “jejak”.
Baru pada 1942 setelah melalui proses investigasi yg berlarut-larut, seluruh asset UNION BANK dibekukan pemerintah AS. Tindakan pemerintah AS ini benar-benar merupakan pukulun keras bagi para penanam modal itu. Terlebih lagi karena di Jerman sendir Nazi diam-diam “memindahkan” seluruh asset DEUTCH BANK.
Jumlah uang yg tertanam di erman cukup besar. Menurut catatan yg dikeluarkan pada 1951, total uang asal AS mencapai 3 triliun USD atau sekitar 30 triliun USD dalam kurs sekarang. Namun pemerintah AS akhirnya menyerahkan kembali seluruh asset yg telah diberangus tsb. Pengembalian asset tsb kabarnya berkaitan dengan naiknya salah satu anggota keluarga Bush ke lingkaran pusat di Washington. Dia adalah George H Bush.
Entah bagaimana kisahnya, seluruh aset yg digondol Nazi pada tahun 1940-an pun akhirnya bias kembali secara betahap ke tangan para pengusaha AS pada tahun 1970-an. Rockefeller misalnya, melalui CHASE MANHATTAN BANK, salah satu perusahaanya, pada tahun 1972 memperoleh 38 persen aset perusahaan Thyssen.
Di Amerika, pamor para pemutar uang masih berjaya dan disegani hingga akhir hayat. Beberapa diantara mereka bahkan sempat mencicipi jabatan strategis di Washington.
Allen Dulles sempat menjabat Direktur CIA. Kepada Dulles inilah Fritz Kolbe, diplomat Jerman semasa Nazi berkuasa pernah memberikan rencana pembuatan jet tempur Messerchmitt 262.
William Averell Harrtman, selanjutnya menjadi diplomat dan politisi dalam Partai Demokrat dan masih terus menjalankan kiprahnya sebagai pengusaha. Putra raja perkeretaapian AS Edward Henry Harrtman ini sempet menjadi Asisten Menteri Perdagangan semasa pemerintahan Presiden Harry Truman.
Prescott Sheldon Bush, pernah menjadi senator untuk Partai Republik. Satu dari 5 anaknya, yaitu George Herbert Bush menjadi Presiden AS dan diteruskan oleh cucunya George W Bush. George H Bush sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur CIA dan menjadi kepala tim sukses Ronald Reagen bekerjasama dengan William Casey, ketika Reagen mencalonkan diri jadi Presiden. Pada saat itulah Bush terkena skandal The October Surprise, sebuah skandal memalukan antara CIA dan IRAN yg dilakukan oleh Bush.
Pada akhirnya seluruh permasalahan itu memang happy ending. Bahkan bagi para orang Jerman yg terlibat sekalipun. Hapir semua kalangan industriawan mencicipi untung dan kemenangan. Keluarga Thyseen dan Keluarga Krupp hingga kini masih tercatat sebagai konglomerat terpandang di Eropa.
Tak salah memang jika yg menderita kerugian itu pastilah tentara dan rakyat sipil yg menjadi korban perang.

32 RAHASIA YAHUDI YANG DISEMBUNYIKAN

1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel?
2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina?
3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi?
4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?
5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu?
6. Tahukah anda bahwa Amerika mengalokasikan 5 milyar US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel?
7. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyar US$ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika?
8. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyar US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya.
9. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang
pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan? Khususnya pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.
10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya?
11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir?
12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan?
13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?
14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?
15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?
16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak-anak, wanita dan orang tua?
17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarak setengah meter? Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel?
18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: "lowongan kerja hanya untuk ras yahudi", "dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi"?
19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa?
20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel?
21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel?
22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri
Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: "Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya, menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih sayang kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat dan terkutuk"……
23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?
24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi?
25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya?
26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.
27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditandatanganinya kesepatakan OSLO?
28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara-negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?
29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina?
30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya?
31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya?
32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin?

Jumat, 13 Agustus 2010

VLADIMIR PUTTIN AND RUSSIAN

Selain Palestina, saya melihat Rusia adalah musuh nyata yang telah menghunuskan pedangnya kepada kekuatan global yahudi. Tahun lalu Rusia memukul mundur petualangan yahudi di Ossetia Selatan yang meminjam tangan Georgia. Beberapa tahun lalu Rusia memberangus jaringan bisnis kriminal para oligarh yahudi yang merajai Rusia paska runtuhnya Uni Sovyet. Saat ini pun pemerintah dan rakyat Rusia terus "berkelahi" dengan para antek yahudi: orang-orang komunis, orang-orang liberal "useful idiots", dan kaum homo.

Perang antara Rusia malawan yahudi juga dapat dilihat dari berbagai peristiwa terakhir hingga peristiwa seputar kunjungan Presiden Barrack Obama ke Rusia baru-baru ini. Sebagaimana kita tahu, Amerika adalah salah satu zionist occupied goverment yaitu negara yang pemerintahannya telah dikendalikan kekuatan kapitalis yahudi.

"Amerika harus belajar dari sejarah Rusia," kata Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin dalam pidato pembukaan World Economic Forum di Davos, Switzerland pada tgl 28 Januari 2009 lalu menyinggung langkah-langkah politik yang dilakukan Amerika untuk memojokkan Rusia.

Kritikan, tepatnya saran Putin kepada Amerika hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Amerika Barack Obama menunjuk Kenneth Feinberg, seorang zionis yahudi sebagai pengawas kompensasi (gaji) para pengusaha Amerika, menyusul jabatan-jabatan strategis lainnya yang dipegang orang-orang yahudi.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa semangat kebebasan usaha, termasuk prinsip tanggungjawab pribadi para pengusaha, investor, dan pemilik saham, atas tindakan-tindakan mereka telah rusak. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa kita dapat mencapai hasil lebih baik dengan memindahkan tanggungjawab itu kepada pemerintah," tambah Putin.

Dengan defisit APBN dan defisit perdagangan Amerika yang mencapai triliunan dollar, peringatan Putin sangatlah rasional, termasuk bagi Indonesia: "Kita harus menilai kembali situasi sebenarnya dan menghapuskan hutang yang sia-sia. Benar cara ini terasa pahit untuk sementara. Namun bila tidak dilakukan maka kita hanya akan memperpanjang krisis," tambah Putin.

Beberapa hari sebelum melakukan kunjungan Rusia tgl 6 Juli lalu, Presiden Obama melakukan "serangan" halus penuh makna terhadap Putin. Menurut Obama, Putin saat ini memiliki dua tempat pijakan kaki yang berbeda. Yang satu adalah model pemerintahan Uni Sovyet era Perang Dingin, dan satunya lagi model pemerintahan Rusia modern. Ia merujuk pada Vladimir Putin sebagai perdana menteri Rusia.

Dalam wawancara dengan Associated Press Obama mengatakan, "Saat kita bekerjasama dengan Presiden Medvedev, adalah penting jika Putin mengerti bahwa pendekatan model perang dingin antara Amerika-Rusia telah ketinggalan jaman. Saya rasa Medvedev memahami hal itu. Menurut saya Putin memiliki satu kaki berdiri dengan pendekatan lama dan satu kaki dengan pendekatan baru."

Selain menyerang Putin, Obama jelas berusaha memecah belah Presiden Medvedev dengan Vladimir Putin. Namun Putin melakukan reaksi yang tepat dan "berhasil mendaratkan pukulan jab balasan" ke muka Obama.

"Kami tidak mengerti bagaimana bisa berdiri dengan dua kaki terpisah. Kami berdiri dengan kukuh di atas dua kaki kami dan selalu melihat masa depan," balas Putin. Sementara responnya atas upaya pecah belah Obama, Putin menjawab, "Presiden Medvedev tidak kurang nasionalis dibandingkan saya."

Semua pengamat politik mengetahui bahwa Presiden Medvedev tidak lebih dari "murid yang patuh" terhadap Vladimir Putin. Bahwa ia mewakili wajah Rusia yang akomodatif terhadap kepentingan Amerika tidak lain karena memang demikian yang diinginkan Putin.

Obama dengan tim kampanyenya dan mesin politik yahudi Chicago-nya boleh jadi sukses menjadi superstar di Amerika. Namun di Rusia, ia tidak lebih sebagai presiden biasa yang kalah populer jauh dibandingkan Putin. Bahkan lebih jauh lagi, Obama berubah menjadi seorang murid yang patuh di hadapan Putin.

Dalam satu jamuan makan pagi yang diadakan Putin untuk menyambut Obama tgl 7 Juli lalu, Putin selama satu jam tanpa jeda menguliahi Obama mengenai visi Rusia atas dunia. Putin yang mengetahui maksud kedatangan Obama untuk meminta bantuan Rusia menyediakan bantuan logistik bagi kepentingan militer Amerika di Afghanistan memanfaatkan kesempatan itu untuk menunjukkan kepada Obama bahwa Rusia-lah yang kini memegang kartu as dalam konstelasinya melawan Amerika.

Obama sendiri akhirnya mengakui ketangguhan Putin. Dalam wawancara dengan Fox News, Obama berkata: “Saya melihat Putin sebagai pribadi yang tangguh, cerdas, tidak sentimentil dan sangat pragmatis."

Dengan semua sifat-sifat yang disebutkan Obama itu Putin kini menjadi satu-satunya pemimpin dunia yang mampu menjadi lawan tangguh dominasi global yahudi, meski negara-negara ZOG (zionist occupied goverment) Amerika dan NATO-nya berupaya setengah tenaga untuk mengepung dan melemahkan Rusia. Dalam satu konflik terbuka pertama Rusia melawan ZOG di medang perang Georgia tahun lalu Rusia telah membuktikan mampu menangani konflik global yang dihadapi dengan tepat.

Apalagi dengan kekuatan sumber energi gas alam, minyak dan nuklir yang dimilikinya, Rusia lebih mudah memainkan kartu. Dan Obama, yang tidak labih dari pion dari kekuatan besar kapitalis yahudi global, tidak labih dari pemain catur amatir dibandingkan sang master Vladimir Putin.

Putin adalah pemimpin progresif yang mampu melepaskan negerinya dari jeratan kekuasaan yahudi yang telah menghancurkan negerinya paska runtuhnya Uni Sovyet akhir dekade 1980-an. Ia mengetahui sejarah Rusia dan apa yang harus dilakukannya.


PELAJARAN DARI RUSIA

"Selama bertahun-tahun kaum Yahudi tidak hanya secara bertahap menguasai setiap sektor bisnis, mereka juga menguasai tanah dengan membelinya atau mengolahnya menjadi lahan pertanian. Dengan sedikit kekecualian mereka memiliki semacam lembaga khusus yang mencurahkan perhatian untuk menguasai negeri ini dengan cara-cara kotor, menipu penduduk asli termasuk yang paling miskin.” Tsar Alexander III)


Beberapa tahun yang lalu saya pernah menulis sebuah artikel berjudul sama dengan judul artikel ini, yaitu Pelajaran dari Rusia. Tulisan yang terilhami oleh romantisme novel Boris Pasternak: DR Zhivago dan buku John Reed: Ten Days that Shocked the World itu memaparkan dialektika politik Rusia menjelang dan paska Revolusi Bolshevik tahun 1917. Pesan moral yang saya sampaikan dalam tulisan itu adalah bahwa kaum komunis bolshevik berhak untuk memerintah Rusia daripada para pengikut Tsar.

Saya bersyukur tulisan itu tidak jadi dimuat di media massa, sehingga saya tidak merasa berdosa telah melakukan kebohongan kepada publik. Pasalnya banyak fakta yang tidak terungkap dalam tulisan tersebut yang membuat opini penulis tanpa sadar melenceng jauh dari fakta sebenarnya tentang sejarah Rusia.

Fakta pertama adalah para pemimpin komunis Rusia adalah Yahudi, dan fakta kedua adalah Yahudi berusaha menghancurkan Tsar Rusia karena kebencian rasialis dan ketamakan untuk berkuasa. Fakta terakhir yang paling penting namun paling banyak disembunyikan media massa dan buku-buku sejarah adalah bahwa kaum komunisme Bolshevik Rusia telah membunuh puluhan juta penduduk Kristen Rusia sebagai jalan bagi penguasaan Yahudi atas Eropa dan dunia. Pustakawan Frank Weltner bahkan menyatakan kaum komunis Yahudi membunuh 65 juta rakyat Kristen Rusia.

Winston Churchill, sejarahwan dan pemimpin dalam sebuah artikel yang dipublikasikan London Illustrated Sunday Herald tahun 1920 mengatakan: “Bolshevisme adalah sebuah konspirasi global untuk menghancurkan kebudayaan dan membentuk masyarakat baru yang berdasarkan “pembangunan diktatorial, pelanggaran hak-hak asasi, dan ilusi persamaan hak. Tanpa kesulitan kita dapat mengetahui bahwa penggerak gerakan ini adalah orang-orang Yahudi”.

Menurut Mark Weber, sejarahwan Institute for Historical Review, menjelang dan saat Revolusi tahun 1917, Yahudi menguasai posisi puncak kekuasaan kaum komunis Bolshevik. Dari 12 anggota Central Comitee yang memutuskan melakukan kudeta Revolusi Oktober 1917, 6 di antaranya adalah Yahudi. Sedangkan tujuh anggota Politbiro yang bertugas melaksanakan aksi kudeta, empat di antaranya adalah Yahudi. (The Jewish Role in the Bolshevik Revolution and Russia's Early Soviet Regime. Assessing the Grim Legacy of Soviet Communism)

Fakta sebenarnya lebih mengagetkan lagi. Bila Churcill dan Weber tidak mengetahui Lenin dan Stalin (dua orang pemimpin tertinggi Uni Sovyet pertama dan paling berpengaruh) sebagai Yahudi, Frank Weltner, pendiri The Jew Watch Project yang merilis situs internet terkenal jewwatch.com mengungkapkan bahwa keduanya adalah Yahudi. Menurut Weltner, Lenin yang lahir tahun 1870 adalah cucu buyut dari Moishe Itskovich Blank dan cucu dari Srul Moishevich Blank yang berdarah Yahudi. Untuk menyembunyikan identitas ke-Yahudi-annya nenek Lenin mengubah nama Srul Moishevich menjadi nama Rusia, Alexander Dmitrievict, tak lupa membaptiskan diri sebagai penganut Kristen.

Adapun Stalin bernama asli Joseph David Djugashvili, nama yang sangat Yahudi dimana nama Djugashvili bermakna “sang Anak Yahudi”. Selama masa revolusi Stalin mengubah namanya penggilannya menjadi “Kochba” yang tidak lain adalah nama seorang pemimpin Yahudi kuno. Orang Rusia asli tidak pernah mengubah namanya, kecuali Yahudi. Ke-Yahudi-an Stalin semakin tinggi karena ia menikahi tiga orang wanita yang semuanya adalah Yahudi. Ekaterina Svanidze, Kadya Allevijah, dan Rosa Kaganovich. Yang terakhir adalah adik perempuan Lazar Kaganovich, seorang pejabat ekonomi Sovyet.

Seorang putri Stalin, Svetlana Stalin, pindah kewarganegaraan menjadi WN Amerika tahun 1967. Di sana ia kawin dengan Mihail, anak laki-laki Lazar Kaganovich. Selanjutnya Svetlana kawin lagi dengan tiga orang laki-laki, dua di antaranya Yahudi.

Wakil Stalin di Sovyet, Molotov (terkenal dengan bom bensin temuannya), juga menikahi wanita Yahudi yang merupakan adik dari Sam Karp, seorang businessman asal Connecticut, Amerika. Selain fakta beberapa kapitalis Yahudi Amerika seperti Josept Schif menggelontorkan dana puluhan juta dolar kepada kaum bolshevik selama revolusi, semuanya itu menambah daftar hitam rekayasa yahudi dalam menciptakan komunisme guna menciptakan “Tata Dunia Baru” yang tak lain adalah tata dunia dimana Yahudi sebagai penguasa menggantikan kekuasaan Kristen-Eropa.

Mengenai pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh kaum komunis Yahudi terhadap rakyat Rusia, cukup menjadi bukti adalah fakta-fakta yang diungkapkan oleh para sejarahwan Rusia sendiri. Dmitri Volkogonov, kepala sebuah komisi khusus Parlemen Rusia baru-baru ini mengungkapkan bahwa: "dari tahun 1929 sampai 1952 sebanyak 21.5 juta warga Uni Soviet ditahan. Sepertiga di antaranya ditembak, sisanya dipenjara dimana sebagian diantaranya meninggal di penjara." Olga Shatunovskaya, seorang anggota Komisi Pengawas Partai Komunis semasa pemerintahan Perdana Menteri Khrushchev tahun 60-an mengatakan: "Dari bulan January 1935 sampai 22 Juni 1941, sebanyak 19,840,000 warga yang dianggap musuh negara ditangkap. Tujuh juta di antaranya ditembak di penjara dan sebagian besar sisanya meninggal di kamp tawanan.

Sementara itu Robert Conquest, sejarahwan Rusia terkenal mengatakan: “Sangat sulit membantah bahwa kematian warga Rusia setelah tahun 1934 melebihi 10 juta jiwa. Masih ditambah sekitar 10 juta lagi korban wabah kelaparan antara tahun 1930-1933, korban sistem kerja paksa Gulak, dan program anti-petani yang dilakukan pemerintah. Total keseluruhan adalah sekitar 20 juta jiwa.

Perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut dibuat oleh orang-orang Rusia di bawah kekuasaan komunis yang represif. Angka-angka yang dikeluarkan ahli-ahli di luar Rusia tentu jauh lebih besar lagi. Beberapa sejarahwan menyebutkan angka 60 juta. Sebagian lainnya bahkan menyebutkan angka 100 juta.

Di antara pembunuhan-pembunuhan itu pembunuhan Tsar Nicholas II dan keluarganya adalah yang paling terkenal karena menjadi momentum kehancuran kekaisaran Rusia yang telah berlangsung ratusan tahun sekaligus menjadi kejatuhan Eropa keseluruhan dalam kekuasaan Yahudi. (Eropa sempat bangkit di bawah kepemimpinan Hitler dan Mussolini, namun hanya sebentar saja. Kini Eropa dan Amerika, kecuali Rusia yang bangkit melawan Yahudi di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, telah jatuh bulat-bulat ke dalam kekuasaan Yahudi).

Tsar Nicholas II dibunuh oleh kaum komunis pada malam hari tanggal 17 Juli 1918 di dalam sebuah istana tempat ia menjalani tahanan setelah digulingkan. Bersama dia turut meninggal secara keji adalah permaisuri, seorang putra remaja dan empat putri kecil sang Tsar. Pembunuhan tersebut sangatlah keji mengingat Tsar adalah seorang raja dari dinasti Romanov yang telah berkuasa selama tiga abad lebih. Ia masih memiliki pertalian darah dengan raja-raja Eropa dan dikenal rakyatnya sebagai raja yang bijaksana.

Sebelumnya orang-orang Yahudi telah membuat makar yang menyebabkan Raja Charles dari Inggris dan Raja Louis XVI dari Perancis digulingkan dari singgasana dan dihukum mati oleh rakyatnya. Namun setidaknya Charles dan Louis masih dapat menjalani kematian secara terhormat karena melalui proses pengadilan, sementara Tsar Nicholas tidak. Selain itu keturunan Charles dan Louis masih sempat meraih kembali kekuasaannya meski kemudian hilang kembali, sementara Tsar Nicholas selain kehilangan tahta selamanya juga harus kehilangan seluruh keluarganya.

Beberapa saat setelah pembunuhan Tsar, koran resmi regim komunis Rusia menulis: Tanpa ampun kita akan membunuh musuh-musuh kita, ratusan bahkan ribuan. Biarkan mereka tenggelam dalam kubangan darah mereka sendiri. Demi darah Lenin dan Uritskii, biarkan membanjir darah orang-orang borjuis, lebih banyak darah, sebanyak-banyaknya.

Sementara itu tokoh komunis Grigori Zinoviev dalam sebuah pidato di sebuah rapat partai komunis tahun 1918 dengan dingin mengatakan: Kita harus menyelamatkan 90 juta dari 100 juta penduduk Rusia bersama kita. Adapun sisanya sejumlah 10 juta, mereka harus dihabisi.

Lembaran hitam kekejaman Yahudi itu kini menjadi kesadaran kolektif masyarakat Rusia sehingga kini mereka mendukung sepenuhnya program anti Ologarki dan Mafia-Yahudi yang dilancarkan Presiden (kini Perdana Menteri) Vladimir Putin.

MENJAMURNYA ANTI SEMIT

Anti-semit, satu istilah yang diciptakan yahudi atas segala bentuk "penyerangan" terhadap yahudi, rupanya tidak pernah mati meski yahudi telah berhasil memaksakan hal tersebut (anti-semit) sebagai kejahatan di sebagian besar negara-negara di dunia terutama Amerika dan Eropa. Dan tindakan-tindakan anti-semit semakin intens di berbagai belahan dunia terutama setelah aksi serbuan barbar Israel atas Gaza awal tahun ini.

Salah satu aksi anti-semit yang cukup menyolok baru-baru ini terjadi di Spanyol dan menimpa seorang pejabat tinggi Israel (dubes) di negara itu, Rafi Shotz. Sebagaimana diberitakan koran Israel Haaretz baru-baru ini Rafi Shotz mengalami tindakan anti-semit setelah menyaksikan pertandingan sepakbola antara Real Madrid melawan Barcelona di stadion Stadion Bernabeu tgl 2 Mei lalu.

Saat itu Shotz dan rombongannya, dengan dikawal beberapa polisi lokal, memilih berjalan kaki menuju rumah mereka yang tidak terlalu jauh stadion. Saat itu tiga orang pemilik sebuah klub yang mengenali Shotz dari siaran televisi sebelumnya memaki Shotz dengan kata-kata kotor seperti "yahudi anjing", "yahudi kotor" dan kata-kata kotor lainnya yang tidak pantas dituliskan. Orang-orang di sekeliling mereka hanya diam saat penghinaan tersebut terjadi dan Shotz tetap meneruskan perjalannya, sementara ketiga orang Spanyol tersebut ditangkap oleh polisi pengawal Shotz.

Dalam laporannya via faksimile kepada menlu Israel dengan judul "Anti-Semit - kesaksian pribadi" Shotz mengatakan, "ini adalah insiden yang sangat memelukan, satu jenis kejahatan yang sering terdengar atau tertulis di surat-surat kabar, namun mengalami sendiri kekuatan kejahatan dan anti-semit adalah sangat sulit dan sangat malukai perasaan."

Menanggapi insiden tersebut Dubes Spanyol di Israel Alvaro Iranzo mengatakan kepada Haaretz bahwa "polisi Spanyol telah melindungi dubes Israel dan mencegahnya dari kejahatan yang menimpanya."

Spanyol, sebagaimana bangsa-bangsa yang mayoritas penduduknya Katholik, memiliki tradisi anti-semit yang kuat. Spanyol bahkan pernah mengusir seluruh warga yahudi dari negeri Spanyol pada abad XV. Namun secara pelan namun pasti orang-orang yahudi dengan dukungan finansialnya yang luarbiasa berhasil menancapkan kekuasaannya kembali. Mereka bahkan "berjasa" dalam hal membiayai ekspedisi-ekspedisi kapal Spanyol mencari koloni-koloni di berbagai penjuru dunia. Salah satu ekspedisi yang dibiayai oleh orang-orang yahudi adalah ekspedisi Christoporus Columbus "menemukan" benua Amerika.

Tidak ada sesuatupun yang tidak bisa dibisniskan oleh orang-orang yahudi. Mereka yang pertama membisniskan tinja di New York. Mereka pula yang pertama kali membisniskan rokok setelah salah satu anggota ekspedisi Columbus menemukan tambakau (tanaman asli Amerika Selatan) saat itu digunakan sebagai cerutu oleh suku-suku indian dalam upacara-upacara keagamaan.